Home Artikel Pengetahuan Dasar Bertahan Hidup di Hutan (Jungle Survival)

Pengetahuan Dasar Bertahan Hidup di Hutan (Jungle Survival)

by admin
0 comment

Survival berasal dari kata survive, artinya perjuangan untuk tetap hidup. Secara global survival adalah tindakan untuk mempertahankan hidup di alam bebas dari berbagai keadan dan lingkungan (kondisi) yang darurat dengan segala keterbatasan yang ada. Orang yang berada dalam situasi survival disebut survivor.

Faktor Penyebab diantaranya kehabisan perlengkapan disuatu tempat atau ekspedisi, kecelakaan dalam suatu perjalanan atau ekspedisi, tersesat, dan hal-hal yang tidak terduga (kekurangan pangan,oksigen,dll).

Faktor penting untuk tetap hidup diantaraya: kemauan untuk tetap hidup (sikap mental), kondisi fisik dan perlengkapan yang dapat membantu, dan pengetahuan keterampilan dasar bertahan hidup.Pengetahuan Dasar Bertahan Hidup di Hutan jungle survival

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh survivor dalam bertahan hidup di hutan atau Jungle Survival:

Sikap Mental

Kemauan untuk tetap hidup adalah faktor yang sangat utama untuk keluar dari situasi survival. Ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar kita tetap hidup, yaitu:
Size up the situation = pandai-pandailah melihat situasi.
Under baste make waste = jangan tergesa-gesa.
Remember where you are = ingat dimana anda.
Vlungish fear and panic = kuasai rasa takut dan panik.
Improvice =perbaiki keadaan dari segala kesulitan.
Value living = hargai hidupmu.
Act like the setive = bertindaklah sewajarnya.
Learn basic skill = pelajari keterampilan dasar.

Cuaca

Ada pepatah “ Dingin adalah pembunuh”. Berdasarkan laporan, angka kematian terbesar adalah karena terjadi pada suhu 0-10 derajat C. sedangkan manusia mempunyai panas tubuh normal 36-37 derajat C. Dimana temperature ini hrus dipertahankan. Jika pengurangan suhu tubuh 1-2 derajat C dari suhu normal, ini dapat menyebabkan suatu kematian (Hipothermin). Produksi panas tubuh dihasilkan dari makanan jadi dapat mencapai panas tubuh normal.

Cuaca panas tidak sebahaya dingin tetapi harus di ingat-ingat “panas menyebabkan kematian”. Dehidrasi adalah kekurangan cairan dalam semua sel tubuh. Bila penguapan cairan ini terjadi pada organ tubuh yang fital (otak) maka akan menyebabkan kematian.

Pengetahuan Dan Keterampilan

Secara sederhana survival memerlukan tempat berlindung, air, makanan, dan api serta mengatasi tekanan atau stress yang muncul. Dimana tekanan atau stress harus diatasi lebih dulu dengan bersikap tenang, jangan panik, dan tekanan emosi yang lain. Setelah itu pilihlah mana yang didahulukan, antara mencari tempat perlindungan, makan, minum, atau membuat api. Karena keempat factor tersebut dibutuhkan dalam survival agar tetap hidup.

Pertama, Tempat perlindungan (Bivoac/shelter). Tempat perlindungan yang nyaman dalam keadaan darurat untuk melindungi diri dari factor alam dan lingkungan dimana kita belum dapat menentukan kapan kita dapat keluar dari situasi tersebut, maka kita harus memelihara kondisi tubuh kita dan salah satunya adalah dengan membuat perlindungan. Kondisi fisik survival akan menurun 80 % bagi orang yang terluka pada 24 jam pertama, dan yang tidak terluka setelah 3 hari pertama.

Kedua, Air. Dalam keadaan survival maka air adalah factor yang sangat penting. Dengan air saja orang dapat hidup, tetapi tanpa air rata-rata orang dapat bertahan 2-5 hari (tidak terluka). Dalam hutan tropis di Indonesia ini, air dibedakan yaitu antara air yang perlu dimurnikan dan air yang dapat digunakan secara langsung.

Ketiga, Food (makanan). Bila persediaan makanan habis, di alam tersedia bahan makanan. Untuk dapat menemukan bahan makanan dan binatang yang dapat dimakan, maka perlu pengetahuan khusus mengenai Botani dan Zoologi praktis. Tujuan mempelajari Botani dan Zoologi praktis adalah untuk mengenal lebih dekat akan jenis sifat tumbuhan (Botani) dan binatang (Zoologi) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan darurat dalam situasi survival.

Ketiga, Api. Jika kehabisan korek api serta bahan bakar maka dapat dimanfaatkan : ranting atau daun kering yang dapat dimanfaatkan sebagai penyala api, bubuk pohon palem, bubuk kayu yang dibuat serangga. Sobekan kain kering yang perlu diperhatikan jangan membuat api terlalu bbesar tapi buatlah api kecil beberapa buah, ini lebih baik dan memberikan panas yang baik daripada api yang besar.

Setelah mendapatkan tempat berlindung, makanan, air, dan api maka ada dua alternatif yaitu tetap tinggal di tempat atau mencari jalan keluar. Semoga bermanfaat.

You may also like

Leave a Comment