Home Artikel Cerdas Menghadapi Pandemi Corona

Cerdas Menghadapi Pandemi Corona

by admin
0 comment

Diawal 2020 dunia digemparkan dengan sebuah virus mematikan yang menyerang manusia yang disebut corona. Virus ini berasal dari kota Wuhan Cina dengan total 80.928 kasus, 3.245 diantaranya meninggal dunia dan sebanyak 70.420 pasien berhasil disembuhkan. Virus ini dengan cepat menjalar tidak hanya lintas negara tapi sudah lintas benua. Hingga akhirnya World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia secara resmi menetapkan penyebaran virus corona sebagai pandemi global.

Kata Corona sendiri diambil dari bahasa latin yang berarti mahkota karena memang bentuk makhluk berukuran nano tersebut menyerupai mahkota. Virus Corona atau Coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang telah menjadi pandemi saat ini. Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari Coronavirus disease 19. Perlu kita ketahui bahwa virus corona ini bisa menyebar dari orang satu ke yang lainnya melalui batuk dan bersin, kontak dengan fases dari orang yang terinfeksi juga bisa menularkan virus tersebut.

Seiring dengan penetapan WHO tersebut semua negara didunia terutama yang sudah terkena kasus corona berlomba lomba membuat kebijakan pencegahan terbaik untuk meminimalisir penyebaran virus mematikan tersebut.

Korea Utara misalnya, pemerintahnya berusaha menjaga ketat perbatasan negara dan mengancam tembak mati warga Cina yang mendekati perbatasannya. Italia lebih serius dan kelihatan lebih mencekam. Walaupun letak negaranya berjauhan dengan sumber virus tetapi Italia merupakan negara terdampak terparah ke dua setelah Cina. Itu artinya Italia merupakan negara yang menjadi pusat penyebaran virus corona di Eropa. Dalam rangka meminimalisir penyebaran virus mematikan ini, negara Menara Pisa tersebut sampai menerapkan Lockdown atau menutup seluruh akses seantero negerinya. Pemerintah Italia juga mengkarantina massal sekitar 60 juta penduduknya selain untuk bekerja dan keadaan darurat. Data penyebaran virus di Italia tercatat sebanyak 35.713 kasus, 2.978 diantaranya meninggal dunia. (dilansir dari Tempo.co, 19/3/2020)

Pemandangan lain datang dari negara Arab Saudi, pemerintah negara minyak tersebut mengeluarkan kebijakan untuk mensterilisasi ka’bah dan menutupnya di jam jam tertentu. Penangguhan jama’ah umrah dari negara negara yang dimungkinkan terpapar virus corona juga dilakukan. Tentu saja kebijakan ini menggemparkan dunia Islam bahkan foto Ka’bah yang sepi akan jama’ah menjadi viral di media.

Pemerintah Indonesia juga sangat menaruh perhatian yang luar biasa terkait Pandemi Covid-19 ini. Walaupun saat ini tidak sampai menerapkan sistem lockdown namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan darurat bencana Covid 19 sampai beberapa bulan tepatnya dari tanggal 29 Februari sampai tanggal 29 Mei 2020. Dalam keterangannya BNPB menjelaskan bahwa bencana ada 3 jenis yaitu bencana alam, non alam dan sosial. Pandemi virus corona ini termasuk dalam jenis bencana non alam. Dimana bencana non alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit. Tercatat sampai saat ini 19 Maret 2020 di Indonesia ada 309 orang positif terkena virus corona, 15 sembuh dan 25 penderita meninggal dunia. (Dilansir dari cnbcindonesia.com)

Sebagai tambahan wawasan bahwa hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar dari ITB menyebutkan bahwa proyeksi penyebaran virus corona di Indonesia sangat tinggi sekali. Dengan jumlah kasus maksimal sebanyak 8.000 kasus. Diprediksikan bahwa Indonesia akan mengalami puncak pandemi corona di akhir bulan Maret dan akhir pandemi mulai terjadi pada pertengahan April 2020 (Dilansir dari Tribunnews.com). Artinya adalah sekarang kita belum berada di titik klimak penyebaran virus Corona. Perlu kewaspadaan dan kehati hatian tingkat tinggi untuk selamat sampai virus Corona benar benar enyah dari sekitar kita.

Kebijakan menghadapi Covid-19 yang sangat terasa adalah diliburkannya sekolah dan lembaga pendidikan lainnya, meniadakan kegiatan yang mengundang massa, masyarakat diinstruksikan untuk menghindari keramaian, pasar, mall dan sejenisnya. Langkah pencegahanpun dilakukan yaitu dengan melakukan sterilisasi fasilitas umum meliputi stasiun, bandara, pelabuhan dan lain sebaginya.

Selain itu pemerintah juga mengeluarkan himbauan social distancing atau pembatasan interaksi yaitu upaya membatasi orang yang sakit berinteraksi dengan orang lain guna mencegah penularan virus. Dalam menjalani social distancing, kita dapat menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain dan dianjurkan tidak berjabat tangan serta tetap menggunakan masker.

Meski tidak sedikit dari saudara kita yang masih abai teradap kondisi saat ini. Sebelum suasana semakin parah seperti di Cina dan Italia maka mari kita indahkan arahan kebijakan pemerintrah untuk meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Lebih dari itu adalah untuk menjaga keselamatan pribadi, keluarga, teman dan saudara kita sendiri. Sehingga sudah seharusnya kita benar benar mengedepankan aspek safety pada setiap aktivitas keseharian kita. Mulai dari meminimalisir frekwensi keluar rumah, memakai masker dan menghindari tempat tempat ramai, mencuci tangan dengan sabun setiap saat dan langkah preventif lainnya.

Perlu kita ketahui bahwa kebanyakan virus corona menyebar sebagaimana virus influenza pada umumnya. Yaitu menyebar melalui batuk dan bersin dari mereka yang terinfeksi. Penyebaranannya juga melalui sentuhan tangan, wajah dan benda benda lain yang telah disentuh oleh penderita.
Mari sayangi diri, keluarga dan orang orang disekitar kita dengan mengenali dan memahami bahaya serta langkah-langkah pencegahan virus Corona.

By: Alim Puspianto (Ketua SAR Hidayatullah Jatim)

You may also like

Leave a Comment