SAR Hidayatullah Wilayah Jawa Timur turut ambil bagian dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Workshop Pengoperasian Alut 4×4 dan Perangkat Recovery yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pencegahan dan Penanggulangan Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3), Jumat (23/5/2026) di SETC (Sampoerna Entrepreneurship Training Center) Pasuruan.
![]()
Keikutsertaan SAR Hidayatullah Jawa Timur dipimpin langsung Ketua SAR Hidayatullah Wilayah Jawa Timur beserta jajaran pengurus dan relawan sebagai bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan, khususnya di medan ekstrem.
Kegiatan menghadirkan narasumber Bambang Haryono selaku pengurus Indonesia Offroad Federation (IOF) bersama Pak Iwan. Workshop juga dihadiri sejumlah unsur strategis kebencanaan dan penyelamatan, di antaranya Kepala Kantor SAR (Kansar) Surabaya dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur.
Dalam pemaparannya, Bambang Haryono menjelaskan pentingnya penguasaan teknik mengemudi kendaraan 4×4 secara benar dalam mendukung operasi SAR, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan biasa.
“Pengoperasian kendaraan 4×4 membutuhkan teknik dan pemahaman medan yang baik agar operasi berjalan aman dan efektif,” ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar mengemudi kendaraan 4×4, urgensi penggunaan alut offroad dalam operasi SAR, hingga pengenalan berbagai jenis medan seperti lumpur, pasir, bebatuan, sungai, dan rumput beserta strategi melewatinya.
Selain teori, peserta juga dikenalkan dengan berbagai perlengkapan offroad dan perangkat recovery yang biasa digunakan saat operasi penyelamatan di medan berat.
![]()
Ketua panitia kegiatan, Axel, mengatakan materi dari IOF sangat penting untuk membekali seluruh potensi SAR agar lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.
“Dengan materi dari IOF ini, seluruh potensi SAR bisa lebih memahami cara menjalankan operasi SAR, khususnya di medan yang menantang,” katanya.
Ia menambahkan, workshop tersebut disusun secara komprehensif mulai dari teori hingga praktik lapangan sehingga peserta dapat memahami langsung teknik pengoperasian kendaraan dan alat recovery.
“Harapannya, materi ini bisa menjadi bekal yang bermanfaat saat menjalankan operasi SAR di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan simulasi pengoperasian kendaraan 4×4 dan penggunaan perangkat recovery di berbagai kondisi medan. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik yang dipandu langsung oleh tim IOF.
Salah satu peserta, Agus dari Rescue Gresik, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui workshop tersebut.
“Alhamdulillah materinya sangat menarik, apalagi ditambah praktik sehingga kami lebih paham,” ungkapnya.
Ketua SAR Hidayatullah Wilayah Jawa Timur menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan relawan SAR dalam menghadapi operasi di wilayah sulit dan berisiko tinggi.
Menurutnya, kemampuan teknis pengoperasian kendaraan 4×4 menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki relawan SAR agar proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan maksimal.
Melalui kegiatan ini, SAR Hidayatullah Jawa Timur berharap para relawan semakin siap, profesional, dan tangguh dalam mendukung operasi kemanusiaan maupun penanggulangan bencana di berbagai medan ekstrem.