Kerja kemanusiaan dalam penanggulangan bencana tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi, profesionalitas, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi relawan ketika menghadapi situasi darurat yang terus berkembang.
Semangat itu mengemuka dalam Kongres IV Sekretariat Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Gedung Pertemuan Widya Kartika, Surabaya, Sabtu–Ahad (12–13/9/2026).
![]()
Mengangkat tema “Penguatan Organisasi Relawan Penanggulangan Bencana yang Adaptif, Profesional dan Berkelanjutan”, kongres menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen relawan sekaligus memperkuat jejaring kemanusiaan di Jawa Timur.
Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Si., mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam penyampaiannya menekankan pentingnya keseimbangan modal yang dimiliki relawan serta persatuan di antara berbagai organisasi kemanusiaan.
Menurutnya, kerja penanggulangan bencana harus mampu melampaui ego sektoral. Bencana perlu ditempatkan sebagai tantangan kemanusiaan bersama sehingga setiap organisasi dapat saling menguatkan sesuai kapasitas dan keahlian masing-masing.
Ia juga mengingatkan kembali khitah SRPB sebagai wadah pelayanan kemanusiaan. Karena itu, peningkatan kemampuan relawan untuk menjadi lebih adaptif, profesional, dan mampu menjaga keberlanjutan gerakan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan kebencanaan ke depan.
Kongres turut dihadiri sejumlah unsur dan pegiat kebencanaan, di antaranya Ketua Panitia Dwi Rossantiana, Koordinator SRPB Jawa Timur Rachmad Subekti Kimiawan, Mambaus Suud dari Sipa Siaga, Kepala BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, S.E., M.PSDM.I., serta Djumadi.
Ketua Pelaksana Kongres IV SRPB Jatim, Dwi Rossantiana, berharap forum tersebut tidak berhenti pada agenda pergantian kepengurusan.
Kongres diharapkan menjadi momentum regenerasi organisasi yang sehat sekaligus ruang konsolidasi untuk menyatukan visi gerakan kemanusiaan. Sinergi dengan berbagai mitra strategis juga diharapkan semakin kuat sehingga kapasitas penanggulangan bencana di Jawa Timur terus meningkat.
Harapan serupa disampaikan Wali dari Saja Wana Bakti. Ia berharap seluruh mitra yang tergabung dalam jejaring SRPB dapat bersama-sama membangun organisasi relawan yang semakin adaptif, profesional, dan berdedikasi.
Salah satu agenda penting Kongres IV adalah regenerasi kepemimpinan. Forum tersebut menetapkan Muhammad Asruri dari Vertical Rescue Accessina sebagai Koordinator SRPB Jawa Timur periode 2026–2029.
Terpilihnya kepengurusan baru sekaligus menjadi awal untuk melanjutkan semangat kolaborasi yang telah dibangun lintas organisasi.
Bagi relawan, perbedaan nama organisasi, seragam, maupun latar belakang semestinya tidak menjadi sekat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Di lokasi bencana, tujuan akhirnya tetap sama: hadir, melayani, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Semangat kolaborasi inilah yang juga menjadi bagian penting bagi SAR Hidayatullah Jawa Timur dalam membangun kesiapsiagaan dan memperkuat jejaring kemanusiaan bersama berbagai elemen relawan di Jawa Timur.