Home » SAR Hidayatullah JATIM » SAR Hidayatullah Perkuat Kapasitas Relawan Lewat Gladi Jungle Rescue 2026 di Arjuno-Welirang.

SAR Hidayatullah Perkuat Kapasitas Relawan Lewat Gladi Jungle Rescue 2026 di Arjuno-Welirang.

by admin
0 comment

MALANG — SAR Hidayatullah terus memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan relawannya melalui keterlibatan dalam Gladi Jungle Rescue (GJR) 2026 yang berlangsung di kawasan Pegunungan Arjuno-Welirang, Jawa Timur, pada 25–27 September 2026.

Keikutsertaan SAR Hidayatullah sebagai peserta dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi relawan, terutama dalam menghadapi situasi darurat di medan hutan dan pegunungan.

gladian jungle rescue sar hidayatullah jawa timur

Mengusung tema “Tanggap, Tangguh, Trengginas”, Gladi Jungle Rescue 2026 mempertemukan berbagai unsur relawan, komunitas pencinta alam, praktisi SAR, serta unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kegiatan pencarian, pertolongan, dan kebencanaan.

Bagi SAR Hidayatullah, kegiatan lapangan seperti ini memiliki arti penting karena kemampuan seorang relawan tidak cukup hanya dibangun melalui pengetahuan teoritis, tetapi juga membutuhkan latihan, pengalaman lapangan, disiplin, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Keterlibatan dalam GJR 2026 sekaligus menjadi sarana bagi relawan SAR Hidayatullah untuk memperluas wawasan dan membangun komunikasi dengan berbagai unsur yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Bekal Teknis untuk Medan Darurat

Selama tiga hari, peserta mendapatkan sejumlah pembekalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan.

Materi komunikasi disampaikan oleh Obi, sementara materi Medical First Responder (MFR) dibawakan oleh Tirta. Adapun materi Operasi Pencarian dan Pertolongan (Opsar) disampaikan oleh Kholis dari Basarnas.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi relawan karena operasi SAR membutuhkan koordinasi yang baik sejak proses pencarian, komunikasi antartim, penanganan awal korban, hingga proses evakuasi.

Para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung menghadapi karakter medan Pegunungan Arjuno-Welirang yang menuntut kesiapan fisik, ketahanan mental, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Kondisi alam pegunungan sekaligus menjadi ruang latihan nyata untuk menguji kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan.

Panitia menegaskan bahwa Gladi Jungle Rescue diharapkan menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam kondisi lapangan.

“GJR ini diharapkan menjadi wadah bagi semua elemen masyarakat untuk memahami sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki,” demikian salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Membangun Jejaring dan Kolaborasi

Selain aspek peningkatan kompetensi, GJR 2026 juga menjadi ruang penting untuk membangun kolaborasi di antara para relawan dan lembaga yang memiliki perhatian pada bidang pencarian, pertolongan, dan kebencanaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tirta selaku Ketua Umum, Randi selaku Ketua, serta Farid dari Basarnas.

Interaksi antarpeserta dan narasumber membuka peluang terbangunnya jejaring yang lebih luas, khususnya dalam mendukung respons cepat ketika terjadi kondisi darurat di berbagai daerah.

Bagi SAR Hidayatullah, jejaring seperti ini memiliki nilai strategis karena penanganan bencana maupun operasi pencarian dan pertolongan hampir selalu membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

Meningkatkan Profesionalitas Relawan

Keikutsertaan SAR Hidayatullah dalam Gladi Jungle Rescue 2026 juga menjadi bagian dari proses membangun relawan yang lebih profesional, terlatih, dan siap memberikan pelayanan kemanusiaan.

Kemampuan teknis, kesiapan mental, kedisiplinan, dan semangat membantu sesama menjadi unsur yang harus terus diasah dalam setiap proses pembinaan relawan.

Panitia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga bisa bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat di kegiatan ini,” demikian harapan panitia.

Harapan serupa disampaikan Abdi dari JEMAPLA UNISLA. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang ke level yang lebih tinggi.

“Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan bertingkat lagi di bidang lainnya,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam Gladi Jungle Rescue 2026, SAR Hidayatullah berharap kualitas relawannya terus meningkat, baik dari sisi kemampuan teknis, kesiapsiagaan, maupun kemampuan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Semangat tanggap, tangguh, dan trengginas diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap relawan ketika menjalankan misi kemanusiaan.

Dengan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, SAR Hidayatullah diharapkan semakin siap hadir dalam berbagai situasi darurat dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

You may also like

Leave a Comment